Jumat, 29 April 2011
HATIMU DAN HATIKU part 10
Bola tersebut memantul jauh hingga tak terlihat. Dikejarlah bola tersebut sampai pada suatu tempat dimana dia sering bermain dengan Gilang, di bawah pohon yang di atasnya terdapat rumah pohon milik Gilang. Dia memutuskan untuk memanjat pohon itu dan menemukan Gilang sedang menangis.
HATIMU DAN HATIKU part 9
Tari mendatangi kelas Gilang, tapi ia tak menemukan Gilang. Ia menanyakan keberadaan Gilang pada teman sekelas Gilang yang kebetulan masih di kelas. Namun teman sekelas Gilang ini pun tak tahu dimana Gilang. Maka Tari pun memutuskan untuk pulang. Saat melewati lapangan basket sekolah, ia teringat kenangan saat ia dan Gilang bermain bersama, dihukum lari keliling lapangan bersama waktu kelas 7 dulu. Bahkan Tari ingat ketika Gilang ulang tahun, ia dan beberapa temannya menghujani Gilang dengan telur lebih dari selusin. Tari pun tersenyum saat mengingatnya. Kebetulan ada bola basket nganggur dan saat ini lapangan kosong. Ia mendribel bola dan shooting. Meleset. Bola memantul dari ring basket dan melewati Tari.
Sabtu, 16 April 2011
HATIMU DAN HATIKU part 8
ia masih sedikit canggung dengan apa yang baru saja terjadi. Tari bertanya dengan temannya Gilang dan mereka pun hanya menjawab, "Gak tau. Emang gitu dari pagi.". Tari pun terdiam sejenak.
Ketika pulang sekolah, Tari memberanikan diri untuk bertanya.
Ketika pulang sekolah, Tari memberanikan diri untuk bertanya.
HATIMU DAN HATIKU part 7
Gilang pun segera menghapus air matanya dan kembali ke kelasnya. Rasa lapar yang tadi menghampirinya tak lagi ia rasakan. Bahkan ia pun tak merasakan tanah saat berpijak diatasnya. Jadilah Gilang berjalan lemas dengan ekspresi lesu.
Tanpa sadar ia melewati kelas Tari. Tak sengaja Tari melihat Gilang, lalu berpikir, "Apakah Gilang sakit? Mukanya pucat."
Tari ingin mendatangi Gilang, namun . . .
Tanpa sadar ia melewati kelas Tari. Tak sengaja Tari melihat Gilang, lalu berpikir, "Apakah Gilang sakit? Mukanya pucat."
Tari ingin mendatangi Gilang, namun . . .
HATIMU DAN HATIKU part 6
Akhirnya ia berlari sambil menahan tetesan air matanya. Dia berlari menuju lapangan dekat sekolahnya tempat mereka biasa bermain. Dia pun teriak sekencang-kencangnya sambil menangis. Bel masuk pun berbunyi.
HATIMU DAN HATIKU part 5
ia merasa sedikit lapar. maka ia pergi ke kantin. Dalam perjalanan menuju kantin, ia melihat Tari di kejauhan. Awalnya ia berniat menanyakan kejadian tadi malam, namun ia urungkan. Sesaat kemudian Gilang dan Tari bertatapan tak lebih dari sedetik, lalu keduanya kompak mengalihkan pandangan. Ketika mereka berpapasan, keduanya seakan tidak pernah kenal.
HATIMU DAN HATIKU part 4
Akhirnya Gilang pulang ke rumahnya dengan sejuta pertanyaan dalam hatinya.
Keesokan harinya di sekolah, Gilang pun hanya terdiam sepanjang hari. Dan ketika istirahat . . .
Keesokan harinya di sekolah, Gilang pun hanya terdiam sepanjang hari. Dan ketika istirahat . . .
HATIMU DAN HATIKU part 3
Gilsng tercengang dengan kepergian Tari. Sementara banyak pertanyaan yang meronta-ronta meminta jawaban. Namun Tari telah jauh berlari. Maka ia menahan rasa penasarannya dan kembali pulang.
HATIMU DAN HATIKU part 2
Tiba-tiba Tari membalas pelukan Gilang dan membisikkan, "Sebenernya aku..." JEDAR.! Petir menggelegar. Gilang pun tidak mendengar kata-katatari dengan jelas. Sebelum Glang menanyakan apa maksud Tari, Tari pun sudah pergi menjauhi Gilang.
HATIMU DAN HATIKU part 1
Hujan bertiup dengan derasnya. Angin bertiup kencang. Petir menyambar-nyambar. Guntur terus membahana memecah keheningan malam. Namun Gilang tetap bertahan, berdiri di bawah guyuran hujan yang terus menerpanya, menanti reaksi Tari yang tetap diamm membisu.
"Tari, beri aku kesempatan. Aku gak akan seperti Rendy yang selalu menyakitimu." mohon Gilang pada Tari.
"Ta.. tapi... aku masih belum bisa ngelupain Rendy, Lang." jawab Tari.
Gilang pun menarik napas dalam-dalam, lalu menghembuskannya perlahan seraya berkata, "Baiklah, aku mengerti. Tapi tolong pikirkan baik-baik. Aku beneran sayang sama kamu.". Gilang menghampiri Tari sambil basah kuyup, lalu memeluk Tari.
Langganan:
Postingan (Atom)