Rabu, 21 Desember 2011

Pengusik Malam


Aku semakin berlari
Berharap semakin menjauhimu
Namun ketika aku berbalik
Dan kembali menghadap depan
Kau telah berdiri tepat di depanku
Dengan tangan terlipat di depan dada
Sekali lagi aku tertangkap olehmu
Sosok yang tak bisa kulupakan
Berjubah hitam
Bermata gelap tajam
Berkuku panjang
Bertelinga runcing
Kurus ceking
Kau selalu menghampiriku
Di setiap bunga tidurku
Di setiap aku mengharapkan kehadirannya
Kau menghancurkan harapan kecilku
Yang jika dibandingkan dengan kenyataan
Sangat mustahil terjadi
Kau selalu membuatku tak tenang
Selalu gelisah
Itulah kau
Mimpi buruk
Penghancur bunga tidurku

Yang Mengitari Raga Ini


Kau datang menghampiriku
Aku hanya memperhatikanmu
Waspada apa yang akan kau lakukan
Dalam diam aku menyaksikan
Kau mulai menggerayangiku
Ketika kau tiba di leherku
Kau menghisapnya
Namun tak ada yang dapat kulakukan
Lalu kau beralih ke kakiku
Disana kau pun menghisapnya
Namun tetap
Tak ada yang dapat ku lakukan
Lalu kau terbang menjauhiku
Aku tetap mengawasimu
Ketika kau sudah tak lagi awas padaku
Maka......
PLAK!
Matilah kau nyamuk jahanam!

Kehadiranmu


Kau datang padaku
Dengan warna yang kelabu
Dengan hitam putihmu
Mereka memberikan padaku
Namun apa yang dapat kuperbuat padamu
Aku tak bisa memainkanmu
Maka kau hanya tergeletak
Di sudut ruangan
Berkawan debu
Melihat mu tak tersentuh
Aku mulai belajar
Mulai satu tuts dua tuts
Dengan segala irama mu
Kini aku mulai berpikir
“Mengapa baru sekarang”
Setiap melodi yang kau hasilkan
Mulai meracuniku
Kini kau sering kumainkan
Tak lagi sekedar keyboard berdebu
Kau menemaniku ketika ku naik darah
Emosi yang tak bisa kuluapkan
Kau hilangkan dengan nada-nadamu

Kenangan Itu


Ia memberikanmu padaku
Hitam, lebar
Segera ku perkenalkan kau pada mereka
Dengan segala keceriaanku
Seiring berjalan waktu
Kau mulai sering terjatuh
Mulai terluka di banyak tempat
Berkali kubalut dirimu
Namun kau tetap bertahan di tanganku
Suatu ketika
Ceroboh aku terhadapmu
Terburu-buru, kau kutinggalkan di sana
Dan selang cukup lama tak juga kusadari
Saat kuteringat, kembali ku padamu
Namun kau tak ada di mana pun
Teman-temanku membantu mencarimu
Namun tak ada harapan
Kau telah menjadi milik orang lain
Yang entah siapa itu
Kini aku sendiri
Tak ada lagi tempat mencurahkan hati
Meskipun kau telah pergi dariku
Kau tetap berkesan di hatiku
Wahai handphone-ku